Kamis, 25 September 2014

The Maze Runner

Pernahkah kalian membayangkan bagaimana kerasnya kehidupan ketika manusia pertama harus bertahan hidup di dunia, di bumi? Apakah keras ataukah menyenangkan karena tidak ada orang lain yang melarangmu melakukan apapun yang ingin engkau lakukan? Bagaimana rasanya hidup sendirian di dunia ini? Kesepian? Bahkan saat akhirnya engkau bertemu dengan pasanganmu dan memulai hidup baru bersama pasanganmu, akankah itu kesendirian itu hilang? Oke, engkau bersama pasanganmu, tapi apakah itu menghilangkan kenyataan bahwa kalian sendirian? Kalian berdua, sepasang manusia yang sendirian. Satu-satunya pasangan yang ada. Dan ketika sebuah kejahatan pertama terjadi, misalnya ketika anak tertua yang membunuh saudaranya sendiri, apa yang akan kalian lakukan untuk memastikan hal buruk itu tidak terulang lagi? Peraturan! Meskipun saya sendiri tak cukup yakin apakah peraturan yang dibuat oleh manusia adalah peraturan yang akan memastikan manusia lainnya mendapat keadilan atau barangkali peraturan itu dibuat untuk membatasi orang lain agar tidak melakukan hal-hal yang bisa mengikis kepentingan pribadi si pembuat peraturan?

“peraturan di Glade sangat sederhana: saling menghormati, kerjakan bagianmu dan jangan menyakiti anggota Glade yang lain” begitu tokoh Alby berkata kepada Thomas.

Glade adalah sebuah area yang berada di tengah sebuah labirin raksasa yang selalu berubah bentuk setiap malam hari. Setelah tiga tahun semenjak orang pertama dikirim oleh-entah-siapa, Glade berisi sekumpulan orang yang kemudian tinggal dan bertahan hidup di dalamnya.

Glade adalah sebuah miniatur, sebuah dunia/negeri/kota/wilayah di mana untuk menciptakan kedamaian hidup bersama semua manusia yang tinggal di sana, maka dibuatlah sebuah peraturan sederhana yang harus dipatuhi oleh semua penghuni di sana. Aturan adalah aturan. Siapapun yang melanggarnya harus dihukum!

Dan peraturan sangat diperlukan dalam sebuah koloni. Sebuah kelompok yang berisi banyak kepala dengan berbagai cara pikirnya. Begitu juga Glade, dengan seluruh penghuninya. Penghuni Glade terdiri dari sekumpulan kelompok yang hidup rukun, bahu-membahu untuk menciptakan sebuah kondisi yang layak untuk bertahan hidup. Ada kelompok pembangun yang bertugas membangun bangunan. Lalu ada kelompok pemasak, orang orang yang bertugas memastikan terpenuhinya kebutuhan makanan untuk mereka. Ada dokter yang beranggotakan 2 orang. Dan ada para pelari, mereka itu setiap hari bertugas berlari memasuki gerbang labirin yang terbuka pada pagi hari dan harus keluar dari dalam labirin untuk kembali ke Glade sebelum matahari terbenam saat pintu labirin tertutup. Selain karena pada malam hari adalah waktu bagi labirin untuk berubah bentuk, juga karena pada malam hari adalah waktu bagi para grievers keluar dari sarangnya di dalam labirin. Grievers adalah semacam robot berbentuk laba-laba yang memiliki ekor penyengat seperti kalajenking yang menyuntikan racun. Mereka semua dipimpin oleh Alby, seorang lelaki yang dianggap sebagai orang pertama yang dikirim oleh-entah-siapa ke dalam Glade.

Alby, mengatur kehidupan di dalam Glade dengan sedemikian rupa sehingga mereka dapat hidup damai di dalam Glade. Tetapi kedamaian itu terusik oleh kedatangan seorang lelaki bernama Thomas. Thomas dengan segala rasa ingin tahunya mulai mempertanyakan segala hal. Pendatang baru itu kemudian segera menjadi pusat kehidupan di Glade ketika Thomas memutuskan melanggar aturan yang selama ini dipegang kukuh; Thomas menerobos masuk ke dalam pintu labirin sesaat ketika pintu labirin akan tertutup karena Thomas ingin menolong Alby yang tersengat Grievers dan tidak mampu keluar sebelum matahari terbenam. Aturan tetap aturan. Siapapun yang melanggarnya harus dihukum!

Tak hanya itu, Thomas juga melakukan hal yang sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh siapapun: membunuh seekor Grievers. Meskipun berhasil menyelamatkan Alby, hal itu tidak serta merta menjadikan Thomas sebagai seorang pahlawan. Adalah Gally, orang yang memiliki kekuatan yang besar karena badan kekarnya yang terlatih selama menjadi kelompok pembangun; Gally menyalahkan Thomas karena telah membunuh seekor Grievers. Selama ini mereka hidup berdampingan, selama tiga tahun, tidak ada yang pernah membunuh Grievers dan mereka bisa hidup tenang di dalam Glade tanpa diganggu oleh para Grievers. Apakah Thomas telah melakukan kesalahan karena telah membunuh mahkluk yang secara matematis tidak sanggup dilawan oleh seorang manusia? Yang kekuatannya dapat menghancurkan siapapun dengan kaki-kaki robotnya dan dengan penyengatnya? Siapa yang bisa memastikan keadaan akan tetap sama seperti ketika belum ada Grievers yang dibunuh? Siapa yang tidak mempunyai dendam saat ada saudara dibunuh oleh orang lain? Kalian tentu ingat dengan film the beach yang dibintangi Leonardo Di Caprio yang berhasil membunuh seekor hiu yang hendak memangsanya. Yang terjadi kemudian adalah sekelompok hiu melakukan balas dendam. Membuat kawasan pantai yang tadinya aman kini menjadi berbahaya oleh ancaman serangan hiu.

Tidak sampai di situ, sebuah kejadian yang membuat kedamaian di dalam Glade kian terusik adalah kedatangan seorang pendatang baru yang membawa secarik kertas bertuliskan ‘yang terakhir, selamanya’ dalam selang waktu hanya tiga hari setelah kedatangan Thomas. Ini menyalahi kebiasaan bahwa kedatangan pendatang baru adalah satu orang pada setiap bulannya. Dan kenyataan pendatang baru itu bahkan membawa sebuah pesan ‘yang terakhir, selamanya’. Apa maksud pesan itu? Dan yang lebih penting lagi adalah pendatang baru itu, Teresa, seorang perempuan. Perempuan satu-satunya di dalam Glade.

Yang menarik bagi saya adalah jelas, Teresa. Sebagai seorang perempuan satu-satunya, seandainya benar ia adalah orang terakhir yang dikirim oleh-entah-siapa ke dalam Glade, maka Teresa adalah satu-satunya yang diperlukan untuk memastikan kelangsungan hidup para penghuni di dalam Glade. Tanpa Teresa, mereka bisa hidup berkecukupan dengan semua yang telah mereka usahakan selama tiga tahun terakhir untuk bertahan hidup di dalam Glade; terus hidup, menua sampai akhirnya mati dibunuh waktu. Dan kehidupan akan berhenti. Tapi, dengan Teresa, semua dapat berjalan sama sekali lain. Dengan Teresa, mereka bisa memastikan akan adanya keturunan berikutnya dengan beranak-pinak hingga kemudian memenuhi bumi, seperti Adam dan Hawa, yang dengan keturunan merekalah, kita, manusia memenuhi bumi seperti sekarang ini.

Yang bahkan lebih hidup dalam imajinasi liar saya adalah, bagaimana jadinya jika seandainya mereka, para lelaki itu, kemudian saling berperang untuk memperebutkan Teresa, seperti Troy pada akhirnya harus menghadapi Yunani/Agamenon untuk seorang Helen. Akan sehebat apa kira-kira perang itu saat yang diperebutkan adalah seorang perempuan terakhir yang berpotensi meneruskan darah mereka hingga menjadi manusia-manusia yang kemudian memenuhi dunia ini, sama seperti kita, keturunan Adam dan Hawa.

Saya juga menjumpai dua tipe manusia di dalam film ini; yang sampai saat ini masih membuat diri saya sendiri terus bertanya-tanya; seandainya saya adala salah satu dari penghuni Glade, akan ke manakah berpihak? Tipe manusia pertama adalah Thomas, yang dengan rasa ingin tahunya, dengan selalu memupuk harapan, siap mengambil resiko apapun yang mungkin akan dia hadapi di luar sana_jika dunia luar itu benar-benar ada_dengan terus-menerus mencari jalan keluar dari dalam Glade. Dan tipe manusia lainnya itu tentu saja Gally. Si orang perkasa itu adalah manusia yang memilih bermain aman. Gally lebih memilih sebuah tempat di mana dia bisa memastikan eksistansinya. Untuk apa meninggalkan tempat yang telah menjamin kehidupannya di dalam Glade? Meninggalkan sebuah tempat yang aman dan nyaman, untuk sebuah dunia yang mungkin hanya ada dalam angan mereka? Dan kalaupun dunia itu memang ada, apakah dunia yang lain itu adalah tempat yang baik buat mereka? Sebuah dunia yang tak akan membiarkan mereka kelaparan, atau dunia tanpa orang jahat yang mungkin sekali akan menindas mereka?


Sampai saat ini saya masih bertanya-tanya, apakah saya ini Gally ataukah Thomas?